#iambegood WORKING MOM LYFE – Pumping Antimainstream

Sudah hampir 10 bulan, gw menjalani WMP Lyfe alias Working Mom Pumping lyfe. Nah bingung kan. Sebagai karyawan yang lebih sering menghabiskan waktu meeting di luar, waktu buat pumping itu sangat sangat challenging. Gw perlu nyari tempat yang proper, bersih dan aman dari para mata-mata buaya daratan (read : khalayak). Bahkan gak jarang, gw izin buat pumping di mobil kantor ditengah-tengah seminar, dikamar mandi, di klinik sampai pumping.pas meeting. Segitunya usahanya? iyesss.

Morning Routine Working Mom Pumping Lyfe

Pukul 03.00 jadwal gw power pumping, lanjut pukul 06.00 pumping pagi sebelum akhirnya bikin sarapan buat suami, nyuci perabot mompa, mandi dan bersiap kekantor. Oh iya, cooler bag udah jadi sahabat terbarukan hidup gw sejak 10 bulan terakhir. Berat? Mayan. Satu tas ransel komplit sama alat perang seperti laptop+charger, mesin pompa+charger, apron, HP, dompet, peralatan lenong+parfum, kantong ASI, air minum, vitamin dan masih banyak lagi. Jadi kalau gw tiba-tiba stunting, ya you know-lah sebabnya…

Pukul 09.00 sampai kantor lanjut pumping sembari nonton youtube buat meningkatkaan mood. Setelah 30 menit, gw lanjut kerjaaa dan pastinya harus ngemil!!! Habis pumping itu berasa gak makan dua bulan…sedih akutuu. Pukul 12.30, jadwal pumping siang yang dilanjutkan pukul 15.00 dan terakhir pukul 17.00 sebelum pulang. Sampai rumah kembali ke dapur, menyiapkan makan malam, mandi, dan lanjut pumping. Begitu setiap hari~~

Kalau dilihat teorinya mudah, NYATANYA ketika di lapangan gak jarang kalau jadwal pumping berubah total. Pernah satu hari gw cuma bisa pumping satuuuu kali! Dan ini terjadi 5 hari berturut-turut, menyebabkan ASI di freezer habis dan kuantitas ASI perah gw menurun.

Kalau sudah begini, apa SUSU FORMULA menjadi penyelamat? tentuu tidakk.

Satu-satunya penyelamat adalah gw harus kembaliiii memulai menaikan kuantitas ASI dengan jadwal power pumping tengah malem yaitu setiap per satu jam pumping dengan durasi minimal 10 menit untuk satu kalo pumping selama 10 jam (dari jam 5 sore sampai jam 3 subuh) lamanya selama 14 hari.

Apakah kuantitas ASI langsung naik? IYA. Ini ngefek asalkan mommy konsisten yess.

Perlu ASI booster? tergantung, kalau gw lebih perlu makanan sih.

Apakah pompanya harus elektrik? terserahhh enaknya bagaimana. Gw sih biar cepet jadi pake elektrik, shay.

Nah, kalau sudah tau perjuangan working mom juga gak kalah sama para full time mommy, berarti gak ada istilah working mom menomor duakan keluarga, kan. Buat gw, dimana pun gw berada baik di kantor, di rumah dan di kasur (ehemmm) tetap punya tanggung jawab. Ada hak suami dan anak yang perlu dipenuhi dan ada hak management untuk menilai kinerja gw.

Buat para mommy, kamu berhak memilih untuk memberikan ASI maupun susu formula. Setiap pilihan ada perjuangan dan konsekuensinya, namun percayalah apa yang terjadi secara alami dan diberikan langsung oleh Sang Pencipta, pasti lebih baik. Selamat Meng-ASI-hi para netijen budiman. Kalau lelah, bosan dan jenuh, ingatlah jika ini tidak berlangsung lama, HANYA 2 TAHUN.

Pumping di pantai

Lalu, bagaimana perjalanan meng-ASI-hi, Mommy? Yuk sharing bersama Ibu-Ibu cerdas karena #serujangansendirisendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s